Antarmuka menjadi salah satu alasan dalam penggunaan sebuah aplikasi. Aplikasi dengan antarmuka yang baik dan sesuai dengan penggunanya akan lebih banyak digunakan dibandingkan dengan aplikasi dengan antarmuka yang tidak menarik dan sulit untuk digunakan.

Ada 17 prinsip utama yang harus dipahami untuk merancang tampilan antarmuka aplikasi. Antaralain :

  1. User compability

Dapat diartikan sebagai topeng dari sebuah aplikasi atau sebuah pintu gerbang masuk ke sistem dengan diwujudkan ke dalam sebuah aplikasi software. Maka dari itu, sebuah aplikasi seolah-olah mengenal user, mengenal karakteristik user, dari sifat sampai kebiasaan manusia secara umum.

User compability dapat diartikan sebagai kesesuaian tampilan dengan tipikal dari user, karena berbeda user bisa jadi kebutuhan tampilannya berbeda-beda pula. Misalnya, jika aplikasi yang akan dibuat diperuntukkan bagi anak-anak, maka jangan menggunakan istilah atau tampilan yang akan sulit dipahami oleh anak-anak.

  1. Product compability

Product compability berarti bahwa produk aplikasi yang dibuat memberikan hasil yang sama dengan sistem aslinya. Sering kali sebuah aplikasi memberikan hasil yang berbeda dengan sistem manual atau sistem yang ada. Misalnya sebuah sistem aplikasi dengan antarmuka yang balk diharapkan dapat menghasilkan report1 laporan serta informasi yang lebih detail dan akurat dibandingkan dengan sistem manual.

  1. Task compability

Berarti fungsional dari task/tugas yang ada harus sesuai dengan tampilannya. Misal untuk pilihan report, orang akan langsung mengartikan akan ditampilkan sebuah laporan, sehingga tampilan yang ada bukanlah tipe data (dari sisi programmer).

  1. Work flow compability

Aplikasi bisa dalam satu tampilan untuk berbagai pekerjaan. Jika tampilan yang ada hanya untuk satu pekerjaan saja misalnya untuk mengirim email, maka kita harus membuka tampilan tersendiri untuk daftar alamat.

Next Consistency