SMK Ma’arif NU 01 Limpung juga di kenal dengan “Sekolah Keren”, Spirit Kreatifitas, pendidikan kebangsaan dieja bersama dalam satu tarikan nafas, Inilah yang membuat SMK Ma’arif NU 01 Limpung “berhasil” menemukan paduan yang pas antara nilai kreatif, agama dengan nilai kebangsaan

Kreatif 

pembelajaran kreatif dan membelajarkan kreatif. Perbedaan kedua hal ini adalah, pembelajaran kreatif lebih melibatkan peranan guru dalam membuat proses pembelajaran di dalam kelas menjadi menarik bagi peserta didik, lebih efektif dan menggunakan pendekatan imajinatif. Sebaliknya kalau membelajarkan kreatif lebih menekankan kemampuan guru dalam mengidentifikasi kekuatan kreatifitas peserta didiknya, memperkuat daya kreatifnya dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk mewujudkannya.

Pendekatan proses pembelajaran kreatif akan sangat beragam jika diterapkan dalam dunia pendidikan kita, mengingat demografi dan kondisi daerah masing-masing. Dan juga harus disesuaikan dengan usia anak sekolahnya, tentu saja kreatif bagi anak SD akan berbeda dengan anak usia SMP atau SMA bahkan SMK sekalipun. Di sinilah seorang guru di masing-masing jenjang pendidikan dapat menyesuaikan metode pembelajaran kreatif atau membelajarkan kreatif yang diterapkannya.

Religius

Religius yang menjadi nilai lebih pada pendidikan madrasah harus terus ditingkatkan, karena religius adalah dasar indikator perubahan menuju karakter yang baik dari para penerus bangsa ini. Ilmu agama itu yang sebenarnya menjadi dasar terbentuknya anak didik dengan memiliki pendidikan karakter yang baik

Nasionalis

Memang mengikuti perkembangan jaman adalah sesuatu yang baik, tetapi hal ini perlu lebih dicermati dan disaring menggunakan “kacamata” pendidikan yang sesuai dengan nilai-nilai luhur yang ada pada Bangsa Indonesia. Pendidikan pun sudah seharusnya menjadi sarana yang apik untuk mendukung hal tersebut, dan para siswa pun sebaiknya memanfaatkan peluang baik ini untuk menumbuhkan Nasionalisme di dalam hati mereka, serta mempengaruhi rakyat banyak untuk mencintai bangsanya sendiri, Bangsa Indonesia.
Melalui lembaga pendidikan seperti sekolah, pendidikan harus dilaksanakan tidak hanya berdasarkan teori-teori formal saja, tetapi juga harus didasari pada praktek-praktek yang nyata dan berpengaruh pada kehidupan bermasyarakat dan bernegara.